Pembangunan Agro-Ekowisata Terpadu Di Desa Aan, Klungkung-Bali

Penulis

  • Moh Agus Sutiarso Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • I Nyoman Arto Suprapto Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • I Made Agus Hendra Wijaya Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

DOI:

https://doi.org/10.55266/pkmradisi.v3i3.347

Kata Kunci:

program pendampingan, agro-ekowisata, desa wisata Aan

Abstrak

Program pengabdian masyarakat ini berlokasi di desa Aan, kecamatan Banjarangkan, kabupaten Klungkung, provinsi Bali. Program ini mengatasi kendala Kelompok Sadar Wisata Desa Aan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keahlian dalam mengembangkan wisata agro-ekologi lokal. Langkah yang diambil termasuk pendampingan dalam manajemen pariwisata pedesaan, pembuatan paket wisata terkemuka, dan pembuatan materi interpretatif untuk pariwisata agro-ekologi. Hasilnya termasuk pembentukan paket wisata menarik seperti trekking di Bukit Batu Kembar, menjelajahi Secret Waterfall, dan bersepeda di sekitar Desa Aan; serta pengembangan promosi khusus untuk pariwisata agro-ekologi. Program trekking di Desa Aan telah populer di kalangan wisatawan, meningkatkan pendapatan Kelompok Sadar Wisata dan meningkatkan profil Desa Aan. Respon masyarakat lokal sangat positif dan ada keinginan besar untuk melanjutkan program ini.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Almayda, M. (2017). Place Branding in Tourism: A Review of Theoretical Approach and Management Practices. Tourism & Management Studies. 13(4). Pp: 10-19. (available at https://dialnet.unirioja.es)

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. (2016). Pendampingan Desa – Modul Pelatihan Pratugas Pendamping Lokal Desa. Jakarta.

Kementerian Pariwisata RI. (2019). Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pendampingan Melalui Perguruan Tinggi. Jakarta.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2012). Pedoman Kelompok Sadar Wisata. Jakarta.

Pantiyasa, I.W. (2011). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Dalam Pemberdayaan Masyarakat – Studi Kasus di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar. Jurnal Ilmiah Hospitality Management. Vol. 1 No. 2.

Pantiyasa, I.W. (2019). Konstruksi Model Pengembangan Desa Wisata Menuju Smart Eco-Tourism di Desa Paksebali, Klungkung, Bali. Jurnal Kajian Bali. Vol. 9 No. 1. Halaman 165-188.

Pitana, I.G. (1999). Pelangi Pariwisata Bali - Kajian Aspek Sosial Budaya Kepariwisataan Bali di Penghujung Abad. Denpasar: Penerbit BP.

Sutiarso, M.A. (2018). Kriteria Pengembangan Desa Pelaga Sebagai Destinasi Agro Park di Kabupaten Badung. DwijenAgro. Vol. 8 No.2. Halaman 220-225.

Unduhan

Diterbitkan

31-12-2023

Cara Mengutip

Sutiarso, M. A., Suprapto, I. N. A. . dan Wijaya, I. M. A. H. . (2023) “Pembangunan Agro-Ekowisata Terpadu Di Desa Aan, Klungkung-Bali”, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi, 3(3), hlm. 97–103. doi: 10.55266/pkmradisi.v3i3.347.

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.