Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Literasi Kualitas Udara dan Perlindungan Pernapasan untuk Mencegah Risiko ISPA akibat Kabut Asap Karhutla di Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.55266/kalandra.v5i5.699Kata Kunci:
kabut asap, karhutla, literasi kualitas udara, perlindungan pernapasan, ISPAAbstrak
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kualitas udara, pengetahuan mengenai risiko kesehatan akibat kabut asap, keterampilan perlindungan pernapasan, serta perilaku protektif masyarakat di Kota Palangka Raya. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang meliputi identifikasi masalah dan kebutuhan, edukasi mengenai kabut asap dan risiko ISPA, peningkatan literasi kualitas udara, diskusi dan studi kasus, demonstrasi serta praktik perlindungan pernapasan, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan dan literasi kualitas udara, serta penilaian perilaku protektif peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai risiko kabut asap dan ISPA, kemampuan memahami serta memanfaatkan informasi kualitas udara, keterampilan menerapkan perlindungan pernapasan, dan kecenderungan menerapkan perilaku protektif. Pendekatan yang mengintegrasikan edukasi, literasi kualitas udara, praktik perlindungan pernapasan, dan pendampingan dapat menjadi strategi pemberdayaan yang relevan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi paparan kabut asap karhutla. Keberlanjutan edukasi dan pendampingan diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan dan perilaku protektif serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengambil keputusan kesehatan berdasarkan kondisi kualitas udara.
Unduhan
Referensi
Afitah, I. (2026). Identifikasi Tingkat Kerentanan Masyarakat Terhadap Kebakaran Hutan dan lahan di Desa Tumbang Nusa. Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Dan Aplikasinya, 5(3), 1005–1012. https://doi.org/10.58218/lambda.v5i3.2230
Annisa, N., & Hujjatusnaini, N. (2022). Pendampingan Belajar Melalui Metode Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siwa Sekolah Dasar di Kelurahan Habaring Hurung. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 156–165.
Bambang S. Iriant, & Achmad Daeng GS. (2026). Karhutla Berulang di Indonesia: Analisis Tata Kelola Lingkungan dan Penegakan Hukum. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 5(3), 169–189. https://doi.org/10.30640/dewantara.v5i3.7913
Hujjatusnaini, N. (2022). Pendampingan literasi baca tulis anak usia sekolah dasar memasuki era pasca pandemi melalui rumah literasi bunda di Seruyan Hilir. URGENSI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 2(1), 9–19.
Joshi, D. C., Negi, P., Devi, S., Lohani, H., Kumar, R., Gupta, M., & Ming, L. C. (2025). Fine particulate matter (PM2.5, PM10): A silent catalyst for chronic lung diseases in India; a comprehensive review. Environmental Challenges, 20, 101215. https://doi.org/10.1016/j.envc.2025.101215
Muh. Ansar Ali, Sumantri, Vani Fadillah Asnur, & Rachmad Giri Raharja. (2026). Batasan Pertanggungjawaban Korporasi atas Kebakaran Lahan Skala Besar. Jejak Digital, 2(4), 5996–6004.
Youssouf, H., Liousse, C., Roblou, L., Assamoi, E.-M., Salonen, R., Maesano, C., Banerjee, S., & Annesi-Maesano, I. (2014). Non-Accidental Health Impacts of Wildfire Smoke. International Journal of Environmental Research and Public Health, 11(11), 11772–11804. https://doi.org/10.3390/ijerph111111772
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Noor Hujjatusnaini, Rafiq Ibnu Widyadana, Rafif Ibnu Widyadana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



