POTENSI RITUAL MERTI BUMI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA PENDUKUNG DI DESA WISATA TURGO-MERAPI, KABUPATEN SLEMAN

Penulis

  • Linda Annisa Pradani Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta
  • Eko Sugiarto Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.55266/jurnalmind.v6i2.694

Kata Kunci:

Ritual Merti Bumi, Daya Tarik Wisata, Desa Wisata, Budaya Lokal

Abstrak

Ritual Merti Bumi merupakan tradisi masyarakat di Padukuhan Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan keselamatan serta sebagai permohonan agar terhindar dari bencana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potensi Ritual Merti Bumi sebagai daya tarik wisata pendukung di Desa Wisata Turgo-Merapi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan snowball sampling. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Merti Bumi memiliki potensi sebagai daya tarik wisata pendukung berdasarkan tiga aspek utama, yaitu keunikan, keindahan, dan nilai. Keunikan terlihat pada kirab tapa bisu, peletakan sesaji di empat titik sudut padukuhan, serta lokasi ritual yang terletak di lereng Gunung Merapi. Keindahan tercermin dalam penataan sesaji, seni tradisional seperti karawitan, tembang Jawa, seni ketoprak, serta busana tradisional. Sementara itu, nilai yang terkandung meliputi nilai religi, spiritual, budaya, dan gotong royong. Ritual Merti Bumi layak dikembangkan sebagai daya tarik wisata pendukung yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan dengan tetap mempertahankan kesakralan dan keaslian tradisi. Fokus penelitian ini masih terbatas, yaitu daya tarik. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih dalam mengenai pengelolaan, dampak ekonomi, serta strategi pengembangan ritual budaya sebagai daya tarik wisata.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Andiansyah, F., Gundahara, & Zulkarnaen, D. (2024). Daya Tarik Budaya Lokal dan Keunikan Objek Wisata: Strategi Media Sosial dalam Meningkatkan Minat Wisatawan ke Aceh Tenggara. Journal Financial, Business and Economics, 2(2), 58-71.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Hendrayani, M., Laksana, B. I., & Haris, M. (2023). Solidaritas sosial dalam upacara Merti Bumi. Dakwatul Islam, 7(2), 149–168.

Jatinurcahyo, R. & Yulianto. (2023). Upacara tradisi Gumbreg Ageng sebagai daya tarik wisata budaya Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Journal of Tourism and Economic, 6(1), 53–63.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Pradipta, M. P. Y. (2021). Pariwisata berbasis masyarakat sebagai pelestari tradisi di Desa Samiran. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan, 5(1), 99–109.

Puspa, I. A. T. (2019). Ngaben sebagai Daya Tarik Pariwisata. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama dan Budaya, 4(1), 37–45.

Rahmawati, E., & Suseno, B. (2021). Tradisi masyarakat Tengger Bromo sebagai salah satu aset wisata budaya Indonesia. Jurnal Nusantara, 4(1), 1–15.

Ratsanem, R., Fathurrahim, F., & Mandala, H. (2024). Partisipasi masyarakat dalam melestarikan ritual adat Namain sebagai daya tarik wisata budaya. Journal of Responsible Tourism, 3(3), 1117–1124.

Sugiarto, E., Makiya, K. R., & Irawati, N. (2024). Ritual Mapag Tanggal sebagai daya tarik pendukung di Desa Wisata Turgo-Merapi: Sebuah tinjauan deskriptif. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 5(2), 193–203.

___________. (2025). Wisata Religi, Desa Wisata, Dan Wisata Minat Khusus: Dinamika Kepariwisataan di Desa Wisata Turgo-Merapi. Pangripta Sembada: Jurnal Perencanaan Pembangunan, 2(1), 1-16.

Suharson, A., Barriyah, I. Q., Judijanto, L., Hasnawati, H., Trinawindu, I. B. K., Wardoyo, S., Yulimarni, Y., Anggorojati, A., Irfan, I., Hendriyana, H., Nurdin, A. E., & Afandy, S. (2025). Ornamen Nusantara: Menggali Nilai-Nilai Hakiki Budaya. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Surata, I. K., Sumartana, I. M., & Utama, I. G. B. R. (2024). The impact of cultural tourism on local traditions. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 10(4), 672–683.

Suryaningsih, I. A. A., Susila, I. M. G. D., & Dewi, D. M. P. (2023). Menggali potensi Penglukatan Pancoran Solas Taman Beji Paluh sebagai daya tarik wisata spiritual di Desa Penarungan Kecamatan Mengwi, Badung. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 13(2), 134–140.

Tandafatu, N. K., Sawu, M. R., & Poa, D. S. M. (2025). Potensi budaya dan tradisi Desa Wisata Umauta sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Sikka. Jurnal Projemen UNIPA, 12(2), 46–59.

Zalukhu, S. G., & Aryaningtyas, A. T. (2024). Mengangkat Tradisi ‘Merti Desa’ Doplang Sebagai Produk Wisata Budaya Berkelanjutan. JurnalIlmiah Ilmu Sosial, 10(2), 260-272

Unduhan

Diterbitkan

12-09-2026

Cara Mengutip

Annisa Pradani, L., & Sugiarto, E. (2026). POTENSI RITUAL MERTI BUMI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA PENDUKUNG DI DESA WISATA TURGO-MERAPI, KABUPATEN SLEMAN. MIND Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Budaya, 6(2), 108–118. https://doi.org/10.55266/jurnalmind.v6i2.694

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

<< < 1 2 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.