Penataan Landscape Masjid Al-Mutaqqin Sebagai Pendukung Kenyamaan Ruang Ibadah

Penulis

  • Marselly Dwiputri Universitas Indraprasta PGRI
  • Rafi Mentari Universitas Indraprasta PGRI
  • Sarah Aisha Universitas Indraprasta PGRI
  • Imam Sumarwoto Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.55266/pkmradisi.v6i1.663

Kata Kunci:

Landscape masjid, Ruang sosial, Ruang terbuka hijau, Penataan kawasan

Abstrak

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendukung interaksi dan kegiatan masyarakat. Namun, banyak area landscape masjid yang belum tertata secara optimal sehingga kurang mampu mengakomodasi aktivitas sosial, rekreasi pasif, dan kebutuhan kenyamanan jamaah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyusun konsep dan rancangan penataan landscape Masjid Al-Muttaqin yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat fungsi sosial dan keagamaan masjid. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, identifikasi kondisi eksisting, analisis kebutuhan pengguna, penyusunan konsep desain, serta visualisasi rancangan landscape. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penataan landscape dilakukan melalui pengembangan ruang terbuka hijau, jalur pedestrian yang nyaman, area duduk komunal, elemen vegetasi peneduh, serta penguatan identitas kawasan melalui penggunaan material dan elemen desain yang selaras dengan karakter masjid. Rancangan juga mengintegrasikan aksesibilitas bagi seluruh pengguna melalui penyediaan ramp dan sirkulasi yang terhubung dengan area utama masjid. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, estetis, dan fungsional sehingga masjid dapat berperan sebagai pusat kegiatan ibadah sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

mos Rapoport. 1997. “House Form and Culture.”

Choi, Soojeung, Sangita Karki Kunwor, Hyeabin Im, Dain Choi, Junghye Hwang, Mansoor Ahmed, and Dongwoon Han. 2024. “Traditional and Complementary Medicine Use among Cancer Patients in Asian Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis.” Cancers 16(18). doi:10.3390/cancers16183130.

Cook, Albert Spaulding. 1998. “Space and Culture.” New Literary History 29(3):551–72. doi:10.1353/nlh.1998.0027.

Gehl, J. 2012. Life Between Buildings: Using Public Space. Island Press.

Hossam Mahdy. 2017. Selected Readings From Iccrom-Athar.

Kamalipour, Hesam, and Mostafa Zaroudi. 2014. Housing Morphology : A Case Study.” (September):220–32.

Sanoff, H. 2000. Community Participation Methods in Design and Planning. Wiley.

Wazir, Zuber Angkasa, and Erfan M. Kamil. 2022. “Analisis Semiotik Antara Lingkungan Binaan Dengan Lingkungan Studi Kasus Pada Arsitektur Masjid Provinsi Di Indonesia A Semiotic Analysis on the Relationship between the Built Environment and SocioPolitical : The Province Mosques of Indonesia .” 5:186–200.

De Wilde, W. P., C. A. Brebbia, and U. Mander. 2010. “WIT Transactions on the Built Environment: Preface.” WIT Transactions on the Built Environment 112.

Unduhan

Diterbitkan

30-04-2026

Cara Mengutip

Dwiputri, M. (2026) “Penataan Landscape Masjid Al-Mutaqqin Sebagai Pendukung Kenyamaan Ruang Ibadah”, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi, 6(1), hlm. 6–13. doi: 10.55266/pkmradisi.v6i1.663.

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.