Pelatihan Regulasi Emosi dan Manajemen Konflik untuk Membentuk Pertemanan Sehat Pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.55266/kalandra.v5i1.632Kata Kunci:
Regulasi emosi, Manajemen konflik, Pertemanan, RemajaAbstrak
Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan fluktuasi emosi yang tinggi akibat dinamika sosial dan tekanan akademik. Permasalahan berupa kesulitan siswa dalam mengelola emosi, serta rendahnya keterampilan komunikasi yang memicu konflik ditemukan di mitra, yaitu SMA Khadijah Surabaya. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan meregulasi emosi dan menyelesaikan konflik teman sebaya demi membentuk pertemanan yang sehat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui Pelatihan yang melibatkan 30 siswa sebagai peserta. Materi pelatihan mencakup dua aspek utama: regulasi emosi yang sehat dan teknik manajemen konflik yang solutif. Evaluasi program pelatihan dilakukan dengan membandingkan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelaksanaan program melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman siswa mengenai pengelolaan emosi dan strategi manajemen konflik yang adaptif untuk diterapkan dalam pertemanan. Siswa diharapkan lebih mengenali pemicu emosi dan memilih respon yang bijak saat menghadapi perbedaan pandangan dengan teman. Dampak positif ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan sosial siswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun interpersonal untuk mendukung iklim sekolah yang lebih harmonis.
Kata Kunci : Regulasi emosi, Manajemen konflik, Pertemanan, Remaja
Unduhan
Referensi
Casey, B. J., Getz, S., & Galvan, A. (2008). The adolescent brain. Developmental Review, 28(1), 62–77. https://doi.org/10.1016/j.dr.2007.08.003
Chiang, S.-C., Ting, S.-J., Hung, Y.-F., Sung, Y.-H., & Chen, W.-C. (2024). The Role of Family Conflict and School Problems in Adolescent Emotion Dynamics. Journal of Child and Family Studies, 33(3), 877–887. https://doi.org/10.1007/s10826-024-02797-z
Giang, T.-V., Huynh, V.-S., Do, T.-T., & Mai, M.-H. (2023). Factors affecting the social and emotional health of adolescents: A cross-sectional study in Vietnam. Heliyon, 9(3), e14717. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14717
Hessler, D. M., & Katz, L. F. (2010). Brief report: Associations between emotional competence and adolescent risky behavior. Journal of Adolescence, 33(1), 241–246. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2009.04.007
Pamungkas, D. S., Sumardiko, D. N. Y., & Makassar, E. F. (2024). Dampak-Dampak yang terjadi Akibat Disregulasi Emosi pada Remaja Akhir: Kajian Sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 15. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2598
Rice, F. Philip., & Dolgin, K. Gale. (2005). The adolescent : development, relationships, and culture. Allyn & Bacon.
Santrock, J. W. . (2019). A topical approach to life-span development. McGraw-Hill Education.
WHO. (2025, September 1). Mental health of adolescents. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health.
Zohriah, A., Torismayanti, T., & Firdaos, R. (2023). Implementasi Strategi Manajemen Konflik untuk Mencegah Kekerasan di Sekolah. EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies, 4(1), 17–37. https://doi.org/10.47467/edui.v4i1.4059
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Qurrota Ayuni Fitriana, Fitrania Maghfiroh, Lely Nur Azizah, Meita Santi Budiani, Satiningsih, Hanif Firdaus G.I.N

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



